Daerah Jakarta Selatan merupakan daerah yang relatif mudah untuk menemukan tempat makan di sekitar pemukiman atau kos-kosan. Di sekitar tempat kos-ku juga demikian. Banyak pilihan tempat makan yang dapat aku kunjungi untuk menghilangkan rasa lapar. Sebenarnya aku lebih suka masakan Sunda atau Jawa yang banyak sayuran dengan bumbu yang tidak begitu kental. Berhubung yang aku cari tidak ada, maka pilihan jatuh ke rumah makan Padang-Sunda. Walaupun kenyataannya lebih dominan Padangnya dari pada Sundanya.
Yang menarik dari rumah makan ini, pelanggan tidak dilayani perorangan atau dihidang di meja layaknya rumah makan Padang, melainkan mengambil sendiri alias prasmanan. Mungkin disini nilai Sundanya. :) Pilihan masakannya sendiri tidak banyak yang berbau Sunda. Hanya satu jenis sayur berkuah bening dan beberapa jenis pepesan, sisanya kental dengan aroma santan kelapa.
Saat makan siang lumayan padat dan antri. Setiap pembeli yang sudah mengambil makanan lapor ke kasir dan akan diberikan secarik kertas berisi angka jumlah rupiah yang harus dibayar setelah selesai makan. Hal ini mengingatkan beberapa tempat makan di kawasan kos-kosan mahasiswa di Bandung. Bedanya, di Bandung langsung bayar saat itu juga.
Suasana berbeda pada saat makan malam, karena memang sebagian besar rumah makan di sekitar tempat kos-ku khusus untuk makan siang. Bahkan beberapa diantarnya sudah tutup sore hari. Mereka tidak masak lagi untuk makan malam. Apa yang tersisa, itulah yang menjadi menu untuk makan malam. Karena sepi, untuk makan malam tidak perlu lapor tetapi langsung menuju meja untk menikmati makan malam. Setelah selesai barulah menuju kasir untuk menghitung pembayaran.
Di belantara Jakarta yang begitu keras, ternyata masih ada orang yang percaya bahwa masih banyak orang jujur di dalamnya. Dan kepercayaan itu tidak salah.........