25 June 2012

Rahasia Allah




Banyak rahasia kehidupan yang tidak kita ketahui. Terkadang kita mengeluh karena tidak mendapatkan apa yang kita minta atau inginkan. Seperti kata-kata bijak “Aku meminta bunga yang indah, tetapi Tuhan mengirimku kaktus. Aku meminta burung yang indah, tetapi Tuhan memberiku ulat. Aku pun tersenyum ketika kaktus itu berbunga dengan indahnya dan ulat pun bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang pandai menari”. Tetapi tidak jarang pula kita mendapatkan lebih dari apa yang inginkan.

Pertama
Beberapa tahun yang lalu, ketika teknologi prosesor Pentium IV mulai memasuki pasar, sebagai seorang teknisi komputer freelance, aku bertekad untuk tahu dan mampu mengatasi permasalahan komputer dengan teknologi tersebut.  Ketika di kotaku akan diadakan worshop merakit komputer dengan teknologi Pentium IV, aku pun bertekad untuk mengikuti worshop tersebut walaupun harus mengeluarkan biaya. Satu hari sebelum aku melakukan pendaftaran, sebuah pesan singkat masuk. “Pak, bisa bantu menjadi instruktur workshop merakit komputer?” Dengan tegas aku jawab “Bisa”. Training singkat diberikan untuk para calon instruktur. Alhamdulillah, pengetahuan akan teknologi yang kubutuhkan dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya. Sebaliknya, ada tambahan uang saku dari panitia serta sebuah T-Shirt dan piagam sebagai kenangan-kenangan.

Kedua
Ketika ada kabar aku akan ditugaskan di Kota Palembang untuk beberapa hari, yang terbersit adalah bagaiamana caranya mengunjungi Jembatan Ampera yang menjadi ikon kota ini. Apa yang aku dapat? Lokasi kerja dan tempat kost-ku terpisah jembatan bersejarah itu. Artinya, dua kali dalam satu hari aku melewatinya.

Rahasia Allah memang tidak bisa kita tebak. Selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki dan dapatkan, hanyalah salah satu cara memahami rahasia-Nya.

No comments:

Post a Comment