Hubungan antara Bravo-Charlie
ternyata tidak sesederhana yang aku bayangkan. Tidak seperti sopir tembak mikrolet
atau metromini. Mereka mempunyai ikatan yang cukup ketat karena dituangkan
dalam perjanjian diatas kertas. Perjanjian itu meliputi hak dan kewajiban
antara Bravo-Charlie. Charlie tidak hanya sekedar mendapatkan keuntungan dari
selisih pendapatan dengan setoran, tetapi juga persentase nilai jual kendaraan
ketika masa angsuran berakhir.
Bravo yang mengangsur kendaraannya bekerjasama dengan orang lain, apakah itu teman atau saudaranya, ketika mendapatkan giliran off bisa menjadi Charlie untuk Bravo yang lain. Dengan demikian dia masih mendapatkan penghasilan ketika jadualnya libur plus prosentase dari nilai penjualan kendaraan setelah lima tahun menjadi seorang Charlie.
Hubungan antara Bravi-Charlie tidak selamanya mulus, dikarenakan sifat rakus dan serakah yang masih melekat dihati. Umumnya terjadi perselisihan disengaja antara Bravo-Charlie menjelang akhir angsuran, agar Bravo tidak perlu membagi uang hasil penjualan kendaraannya.
No comments:
Post a Comment