Banyak rahasia kehidupan yang tidak kita ketahui. Terkadang kita mengeluh karena tidak mendapatkan apa yang kita minta atau inginkan. Seperti kata-kata bijak “Aku meminta bunga yang indah, tetapi Tuhan mengirimku kaktus. Aku meminta burung yang indah, tetapi Tuhan memberiku ulat. Aku pun tersenyum ketika kaktus itu berbunga dengan indahnya dan ulat pun bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang pandai menari”. Tetapi tidak jarang pula kita mendapatkan lebih dari apa yang inginkan.
Pertama
Beberapa tahun yang lalu, ketika teknologi prosesor Pentium
IV mulai memasuki pasar, sebagai seorang teknisi komputer freelance, aku bertekad untuk tahu dan mampu mengatasi permasalahan
komputer dengan teknologi tersebut. Ketika
di kotaku akan diadakan worshop merakit komputer dengan teknologi Pentium IV, aku pun
bertekad untuk mengikuti worshop tersebut walaupun harus mengeluarkan biaya. Satu
hari sebelum aku melakukan pendaftaran, sebuah pesan singkat masuk. “Pak, bisa bantu
menjadi instruktur workshop merakit komputer?” Dengan tegas aku jawab “Bisa”. Training
singkat diberikan untuk para calon instruktur. Alhamdulillah, pengetahuan akan
teknologi yang kubutuhkan dapat diperoleh tanpa harus mengeluarkan biaya. Sebaliknya,
ada tambahan uang saku dari panitia serta sebuah T-Shirt dan piagam sebagai
kenangan-kenangan.
Kedua
Ketika ada kabar aku akan ditugaskan di Kota Palembang untuk
beberapa hari, yang terbersit adalah bagaiamana caranya mengunjungi Jembatan Ampera
yang menjadi ikon kota
ini. Apa yang aku dapat? Lokasi kerja dan tempat kost-ku terpisah jembatan
bersejarah itu. Artinya, dua kali dalam satu hari aku melewatinya.
Rahasia Allah memang tidak bisa kita tebak. Selalu bersyukur
dengan apa yang kita miliki dan dapatkan, hanyalah salah satu cara memahami
rahasia-Nya.