Showing posts with label palmerah. Show all posts
Showing posts with label palmerah. Show all posts

28 February 2012

Gado-Gado Encim Kerupuk Merah

Onderdil kendaraan sudah dapat, Sholat Jum’at juga sudah. Ah, giliran lambung minta diisi. Karena baru pertama kali mengunjungi Pasar Palmerah, aku tidak tahu dimana tempat makan yang enak dan nyaman. Sambil iseng menyusuri jalan ke arah perempatan Slipi, mataku melihat kiri dan kanan, barangkali ada tempat makan yang menarik.
Sebuah kios kecil yang sebagian besar depannya tertutup kain hijau bertuliskan GADO-GADO CENDOL PALMERAH menarik perhatianku. Kebetulan aku penyuka sayuran. Sambil menunggu pesanan, seporsi gado-gado lontong, mataku memperhatikan sekitar. Hanya ada satu pengunjung, berdua denganku saat itu. Nampak sangat menikmati sajian gado-gado dengan sepiring nasi. Beberapa pengunjung datang dan memesan untuk dibungkus. Ketika mataku melihat ke tembok didepanku, mataku tertarik dengan sebuah kliping tabloid ibukota yang dilaminating dan dipajang disana. Ah, rupanya itu adalah artikel mengenai kios gado-gado ini. Kalimat-kalimat yang mempromosikan gado-gado dan cendol kios ini memenuhi halaman. Tak lama kemudian pesananku datang, seporsi gado-gado lontong dengan beberapa keping emping goreng plus kerupuk berwarna merah yang ternyata trade mark kios ini.
Entah karena lapar atau ramuan gado-gado yang memang layak untuk diberitakan, aku sangat menikmati hidangan siang itu sampai tandas dan menyudahi santap siang itu dengan meneguk segelas teh hangat sebagai penutup. Setelah menyerahkan selembar 20000-an dan menerima dua lembar 2000-an sebagai kembalian, aku melangkah keluar dan melambai ke sebuah taksi yang melintas untuk kembali ke kantor.

Pasar Palmerah

Pernah ke Pasar Palmerah? Sebuah pasar berlantai 4 di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Untuk pertama kalinya aku mengunjungi pasar ini, mendapatkan dua kesan yang sangat bertentangan. Lantai 3 yang merupakan pusat penjualan onderdil kendaraan bermotor, cukup ramai dengan kendaraan yang sedang diperbaiki maupun penambahan aksesori.
Untuk mencapai lantai 3 aku menggunakan tangga yang cukup tajam aroma limbah cair manusia. Entah bagian tangga mana yang nanti aku bisa lalui untuk turun yang bebas dari aroma ini. Kebetulan hari itu adalah hari Jum’at dan aku ke pasar ini menjelang Sholat Jum’at dilaksanakan. Setelah memesan onderdil kendaraan yang aku butuhkan, aku bilang titip dulu mau Sholat Jum’at. “Ya sudah, sholat aja dulu. Bayarnya nanti aja sekalian ngambil. Tempat sholatnya diatas lantai ini”, pemilik toko menolak halus. Mungkin karena aku memperkenalkan diri sebagai anggota sebuah klub otomotif yang cukup dia kenal baik.
Dalam bayanganku, tentu tempat sholatnya adalah mushola kecil ditambah lapangan parkir yang disulap menjadi tempat sholat setiap Jum’at. Dugaanku meleset jauh karena tempat sholatnya adalah sebuah ruangan yang didesain menjadi sebuah masjid. Dindingnya dihiasi kaligrafi yang indah. Ruangan utama disekat dinding kaca dan dilengkapi dengan pengatur suhu ruangan dan beberapa kipas angin. Karpetnya bersih terawat.
Ruang wudhunya pun bersih dan tidak tercium sedikitpun bau yang aku temui di tangga tadi. Dari keterangan pangurus masjid saat membacakan laporan mingguan, masjid ini bukan sekedar masjid pasar yang sepi aktifitas setelah toko-toko tutup. Pada malam-malam tertentu dimakmurkan dengan adanya majelis.
Ba’da Sholat Jum’at aku kembali ke toko dan mengambil pesanan setelah membayar. Aha, tangga turun tidak jauh dari toko ini. Ups…..ternyata tangga yang ini lebih parah dari tangga tempat aku naik tadi. Sambil menahan nafas, aku tapaki satu demi satu anak tangga sampai akhirnya sampai ke lantai yang bebas dari aroma menyesakkan tadi dan kembali bernafas dengan normal. Sangat jauh berbeda dengan lingkungan masjid tempat aku Sholat Jum'at tadi.
Oh ya, nama masjidnya Daarussalam, Pasar Palmerah Lantai 4.