Onderdil kendaraan sudah dapat, Sholat Jum’at juga sudah. Ah, giliran lambung minta diisi. Karena baru pertama kali mengunjungi Pasar Palmerah, aku tidak tahu dimana tempat makan yang enak dan nyaman. Sambil iseng menyusuri jalan ke arah perempatan Slipi, mataku melihat kiri dan kanan, barangkali ada tempat makan yang menarik.
Sebuah kios kecil yang sebagian besar depannya tertutup kain hijau bertuliskan GADO-GADO CENDOL PALMERAH menarik perhatianku. Kebetulan aku penyuka sayuran. Sambil menunggu pesanan, seporsi gado-gado lontong, mataku memperhatikan sekitar. Hanya ada satu pengunjung, berdua denganku saat itu. Nampak sangat menikmati sajian gado-gado dengan sepiring nasi. Beberapa pengunjung datang dan memesan untuk dibungkus. Ketika mataku melihat ke tembok didepanku, mataku tertarik dengan sebuah kliping tabloid ibukota yang dilaminating dan dipajang disana. Ah, rupanya itu adalah artikel mengenai kios gado-gado ini. Kalimat-kalimat yang mempromosikan gado-gado dan cendol kios ini memenuhi halaman. Tak lama kemudian pesananku datang, seporsi gado-gado lontong dengan beberapa keping emping goreng plus kerupuk berwarna merah yang ternyata trade mark kios ini.
Entah karena lapar atau ramuan gado-gado yang memang layak untuk diberitakan, aku sangat menikmati hidangan siang itu sampai tandas dan menyudahi santap siang itu dengan meneguk segelas teh hangat sebagai penutup. Setelah menyerahkan selembar 20000-an dan menerima dua lembar 2000-an sebagai kembalian, aku melangkah keluar dan melambai ke sebuah taksi yang melintas untuk kembali ke kantor.