31 May 2012

Terminal Bayangan Di Ruas Tol Jakarta-Merak


Bagi pengguna moda transportasi bis yang setiap hari pulang pergi melalui ruas tol Merak-Jakarta, tentunya bukan merupakan pemandangan aneh lagi dengan banyaknya calon penumpang  yang menunggu di sepanjang ruas tol tersebut. Meskipun undang-undang melarang mereka untuk memasuki jalan tol, bagi mereka tidak lebih sekedar aturan. Kebutuhan akan moda transportasi yang murah, cepat, dan nyaman seakan menafikan adanya aturan tersebut. Ancaman bahaya karena menunggu angkutan di ruas tol seakan tidak mereka pedulikan. Padahal adanya undang-undang tersebut disatu sisi untuk melindungi keselamatan masyarakat yang tinggal disekitar ruas tol. Karena pada umumnya pengemudi diruas tol melaju dengan kecepatan tinggi.

Kemampuan secara finansial, juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka menunggu angkutan diruas tol, bukan di terminal. Mereka tidak perlu membayar tarif penuh karena sudah melewati petugas kontrol penumpang. Artinya ongkos yang mereka bayar bisa jadi uang tambahan atau keperluan lain bagi awak bis diluar biaya yang ditanggung oleh perusahaan.  Untuk itu mereka rela untuk berdiri dan berdesak-desakan selama perjalanan.

Praktik seperti ini bukan tanpa akibat, karena menghambat perjalanan penumpang yang lain. Tetapi tidak ada pilihan lain, karena hampir semua awak bis melakukannya.  Berbagai macam cara sudah dilakukan pihak pengelola untuk mencegah mereka memasuki jalan tol, tetapi selalu ada cara yang mereka temukan untuk melakukannya kembali.

No comments:

Post a Comment