31 May 2012

Terminal Bayangan Di Ruas Tol Jakarta-Merak


Bagi pengguna moda transportasi bis yang setiap hari pulang pergi melalui ruas tol Merak-Jakarta, tentunya bukan merupakan pemandangan aneh lagi dengan banyaknya calon penumpang  yang menunggu di sepanjang ruas tol tersebut. Meskipun undang-undang melarang mereka untuk memasuki jalan tol, bagi mereka tidak lebih sekedar aturan. Kebutuhan akan moda transportasi yang murah, cepat, dan nyaman seakan menafikan adanya aturan tersebut. Ancaman bahaya karena menunggu angkutan di ruas tol seakan tidak mereka pedulikan. Padahal adanya undang-undang tersebut disatu sisi untuk melindungi keselamatan masyarakat yang tinggal disekitar ruas tol. Karena pada umumnya pengemudi diruas tol melaju dengan kecepatan tinggi.

Kemampuan secara finansial, juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka menunggu angkutan diruas tol, bukan di terminal. Mereka tidak perlu membayar tarif penuh karena sudah melewati petugas kontrol penumpang. Artinya ongkos yang mereka bayar bisa jadi uang tambahan atau keperluan lain bagi awak bis diluar biaya yang ditanggung oleh perusahaan.  Untuk itu mereka rela untuk berdiri dan berdesak-desakan selama perjalanan.

Praktik seperti ini bukan tanpa akibat, karena menghambat perjalanan penumpang yang lain. Tetapi tidak ada pilihan lain, karena hampir semua awak bis melakukannya.  Berbagai macam cara sudah dilakukan pihak pengelola untuk mencegah mereka memasuki jalan tol, tetapi selalu ada cara yang mereka temukan untuk melakukannya kembali.

25 May 2012

Komplain Lagi


Hari jumat bisa jadi merupakan hari istimewa dan ditunggu-tunggu buat sebagian orang yang bekerja diluar kota.  Begitu juga denganku dan orang-orang tercinta yang menantikan kepulanganku setiap Jum’at malam.  Aku selalu berusaha untuk  sebisa mungkin pulang tepat waktu, syukur-syukur bisa lebih cepat. Tetapi bagaimana jika sebaliknya? Meeting mendadak, misalnya, atau acara lain seperti employee gathering yang diadakan setiap hari Jum’at terakhir setiap bulan. Dimana seluruh karyawan ditekankan untuk bisa mengikuti. Apalagi jumlah karyawan di perusahaan tidak terlalu banyak, masih bisa dihitung dengan jari. Sehingga terlihat sekali jika ada yang tidak ikut serta.
Seperti hari ini, kemungkinan besar aku tidak bisa pulang tepat waktu karena ada acara employee gathering di salah satu mall di kawasan Jakarta Selatan. Ketika telepon siang tadi, kentara sekali nada kecewa isteriku ketika aku kabari tidak bisa pulang tepat waktu. Kalau untuk urusan pekerjaan, mungkin isteriku masih bisa mengerti. Terbayang  juga reaksi anak-anak ketika ibunya memberitahukan mereka.  Ini berarti waktu kebersamaan selama akhir pekan berkurang……. 

14 May 2012

13 Tahun


14 Mei 1999, merupakan salah satu tanggal bersejarah dalam kehidupanku. Tanggal dimana statusku berubah menjadi seorang ayah dari bayi mungil berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan melalui operasi Cesar. Cucu pertama untuk kedua orang tua dari isteriku, dan cucu perempuan kedua untuk orang tuaku setelah sebelumnya diselingi beberapa cucu laki-laki. Rambutnya ikal dengan garis mata yang tipis dan alis teratur seperti ibunya. Cantik? Sudah tentu.  Dariku? Bulu mata yang panjang yang dikemudian hari membuat banyak saudara sepupunya iri.
14 Mei 2012, 13 tahun sudah mengarungi dunia dengan segala hiruk-pikuk dan intrik-intriknya. Bayi mungil itu kini telah menjelma menjadi seorang gadis remaja tanpa aku sadari. Remaja dengan segala keinginan dan sifat keakuannya yang mulai tumbuh. Bukan lagi bayi yang hanya butuh ditimang-timang dan dininabobokan, tetapi lebih dari itu. Remaja yang sudah mulai bisa mengkritik kami, orang tuanya. Remaja yang butuh orang tuanya bukan hanya untuk mengadu, tetapi juga sebagai teman untuk berdiskusi.
Selamat ulang tahun, sayang… mudah-mudahan seiring bertambahnya usiamu, bertambah pula kedewasaanmu. Tidak lain yang kami harapkan selain melihatmu tumbuh dewasa dan berpegang teguh pada ajaran agamamu. Mudah-mudahan cita-citamu untuk menempuh pendidikan di tempat yang kamu inginkan tercapai. Perjuangan sepenuhnya ada dipundakmu. Kami hanya bisa mendukung sekuat yang kami mampu….